Skip to main content

Blog · Indonesia

PPh Final 0.5% vs NPPN: Mana Lebih Menguntungkan untuk Freelancer?

Perbandingan nyata di berbagai level penghasilan. Lihat mana yang lebih hemat pajak — PPh Final 0.5% atau tarif progresif dengan NPPN.

Banyak freelancer Indonesia bingung antara dua pilihan pajak utama: PPh Final 0.5% yang sederhana, atau tarif progresif UU HPP dengan NPPN yang bisa lebih murah dalam kondisi tertentu. Mari kita bandingkan dengan angka nyata.

Perbandingan di Berbagai Level Penghasilan

Omzet/Tahun PPh Final 0.5% Progresif + NPPN 50% Lebih Hemat
Rp 50 jutaRp 250.000Rp 0Progresif
Rp 100 jutaRp 500.000Rp 1.125.000PPh Final
Rp 300 jutaRp 1.500.000Rp 12.375.000PPh Final
Rp 500 jutaRp 2.500.000Rp 31.500.000PPh Final
Rp 1 miliarRp 5.000.000Rp 86.500.000PPh Final
Rp 4,8 miliarRp 24.000.000Rp 500.000.000+PPh Final

Catatan: Perhitungan progresif asumsi NPPN 50%, PTKP TK/0 (Rp 54 juta). Hasil bisa berbeda tergantung PTKP dan biaya riil Anda.

Kapan PPh Final 0.5% Lebih Murah?

  • Hampir selalu lebih murah untuk omzet di atas Rp 100 juta/tahun
  • Sangat sederhana: bayar 0.5% dari omzet bulanan, selesai
  • Tidak perlu catat dan simpan bukti biaya
  • Tidak perlu audit jika omzet di bawah batas tertentu

Kapan Tarif Progresif + NPPN Lebih Murah?

  • Omzet sangat rendah — di bawah Rp 100 juta/tahun, penghasilan kena pajak setelah PTKP mungkin nol
  • Biaya bisnis sangat tinggi — jika biaya riil Anda jauh di atas 50% omzet, tarif progresif dengan pembukuan bisa lebih murah (tapi ini jarang untuk freelancer jasa)

PTKP — Penghasilan Tidak Kena Pajak

Satu hal yang sering dilupakan: PTKP (Penghasilan Tidak Kena Pajak) mengurangi penghasilan kena pajak Anda:

Status PTKP/Tahun
TK/0 (tidak kawin, tanpa tanggungan)Rp 54.000.000
K/0 (kawin, tanpa tanggungan)Rp 58.500.000
K/1 (kawin, 1 tanggungan)Rp 63.000.000
K/2 (kawin, 2 tanggungan)Rp 67.500.000
K/3 (kawin, 3 tanggungan)Rp 72.000.000

Dengan PTKP TK/0 sebesar Rp 54 juta, jika penghasilan neto Anda (setelah NPPN) di bawah Rp 54 juta, Anda tidak bayar pajak sama sekali. Ini kenapa tarif progresif bisa lebih murah untuk omzet sangat rendah.

Kesimpulan

Untuk mayoritas freelancer Indonesia, PPh Final 0.5% adalah pilihan terbaik — lebih murah, lebih sederhana, dan risiko audit lebih rendah. Tarif progresif hanya masuk akal jika omzet Anda sangat rendah (di bawah Rp 100 juta/tahun) dan PTKP bisa mengurangi pajak sampai nol.

Disclaimer: Artikel ini hanya untuk informasi. Konsultasikan dengan konsultan pajak terdaftar untuk saran yang sesuai dengan situasi Anda.

Want to calculate your taxes? Try our kalkulator pajak Indonesia or bandingkan tarif pajak.

Ad · bottom
FN

Fahmi

Freelance Software Engineer & Tax Researcher

Researching and maintaining freelance tax guides for 6 Asian countries based on official government regulations.